Sejarah singkat Model OSI
Dahulu pada era 70-an, banyak perusahaan software maupun
hardware yang membuat System Network Architektur (SNA), yang
antara lain IBM, Digital, Sperry, Burough dsb.
Tentunya masing - masing perusahaan tersebut membuat aturan -
aturan sendiri yang satu sama lain tidak sama, misalkan IBM
mengembangkan SNA yang hanya memenuhi kebutuhan komputer -
komputer IBM. Dari sini kemudian timbul masalah misalkan
jaringan komputer menggunakan SNA produk IBM ingin
dihubungkan dengan SNA produk Digital tentunya tidak bisa, hal ini
disebabkan protokolnya tidak sama.
OSI (Open System Interconnection) Layer
adalah sebuah model referensi dalam
bentuk kerangka konseptual yang
mendefinisikan standar koneksi untuk
sebuah komputer.
Tujuan dibuatnya model referensi OSI
adalah agar menjadi rujukan untuk para
vendor dan developer sehingga produk atau
software yang mereka buat dapat
bersifat interporate, yang berarti dapat bekerja
sama dengan sistem atau produk lainnya tanpa
harus melakukan upaya khusus dari si
pengguna
Model OSI disusun atas 7 lapisan
Pengorganisasian lapisan
Tujuh lapisan yang telah dijelaskan
dapat dibagi menjadi
3 sub-kelompok
(subgroups).
Lapisan 1, 2 dan 3 adalah network
support layer (lapisan-lapisan
pendukung jaringan).
Lapisan 5, 6 dan 7 merupakan user
support layer (lapisan-lapisan
pendukung pengguna).
Lapisan 4 adalah transport layer,
yang maksudnya adalah lapisan yang
menghubungkan 2 subgroup
sehingga lapisan user support layer
dapat “mengerti” pesan yang dikirim
network support layer.
Pembagian fungsi & Mengurangi kompleksitas
Manusia dapat mempelajari tentang protokol lebih
detail
Membuat perangkat lebih modular
Mengurangi kompleksitas pada pemrograman sehingga
memudahkan produksi
Model OSI
Application Layer: Menyediakan jasa untuk
aplikasi pengguna. Layer ini
bertanggungjawab atas pertukaran informasi
antara program komputer, seperti program
e-mail, dan service lain yang jalan di
jaringan, seperti server printer atau aplikasi
komputer lainnya.
Program aplikasi yang sering digunakan:
E-mail, WWW (World Wide Web),
EDI(Electronic Data Interchange)
Presentation Layer: Bertanggung jawab
bagaimana data dikonversi dan diformat
untuk transfer data. Contoh konversi format
text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG
untuk gambar. Layer ini membentuk kode
konversi, translasi data, enkripsi dan
konversi.
Session Layer: Menentukan bagaimana
dua terminal menjaga, memelihara dan
mengatur koneksi,- bagaimana mereka
saling berhubungan satu sama lain. Koneksi
di layer ini disebut “session”.
Transport Layer: Bertanggung jawab
membagi data menjadi segmen, menjaga
koneksi logika “end-to-end” antar terminal,
dan menyediakan penanganan error (error
handling).
Lapisan transport berfungsi untuk mencari
jalur (routing) yang kosong untuk
transmisi data
Network Layer: Bertanggung jawab
menentukan alamat jaringan,
menentukan rute yang harus diambil
selama perjalanan, dan menjaga
antrian trafik di jaringan. Data pada
layer ini berbentuk paket.
Data Link Layer: Menyediakan link untuk
data, memaketkannya menjadi frame yang
berhubungan dengan “hardware” kemudian
diangkut melalui media. komunikasinya
dengan kartu jaringan, mengatur
komunikasi layer physical antara sistem
koneksi dan penanganan error.
SubLayer Data Link
LLC (Logical Link Control)
Melakukan pemeriksaan kesalahan & menangani transmisi frame. Frame
merupakan paket data dan nomor urut yang digunakan untuk memastikan
pengiriman dan sebuah checksum untuk melacak data yang korup.
MAC (Medium Access Control)
Berurusan dengan mengambil dan melepaskan data dari dan ke kabel
Physical Layer: Bertanggung jawab atas
proses data menjadi bit dan mentransfernya
melalui media, seperti kabel, dan menjaga
koneksi fisik antar sistem.
Hal-hal penting di dalam lapisan fisik ini adalah :
Representasi bit-bit. Maksudnya lapisan fisik harus mampu
menterjemahkan bit 0 atau 1, juga termasuk pengkodean dan
bagaimana mengganti sinyal 0 ke 1 atau sebaliknya.
Data rate (laju data).
Line configuration (Konfigurasi saluran). Misalnya: point-topoint atau point-to-multipoint configuration.
Topologi fisik. Misalnya: mesh topology, star topology, ring
topology atau bus topology.
Mode transmisi. Misalnya : half-duplex mode, full- duplex
(simplex) mode.
Data-Link Layer : Komunikasi antara mesin di dalam jaringan
yang sama
Network Layer : Komunikasi antara mesin di dalam jaringan
yang berbeda
Transport Layer : Komunikasi antara proses yang berjalan
pada mesin yang bisa berada di jaringan yang berbeda B