5/08/2020

JARINGAN KOMPUTER - Referensi Model OSI

Sejarah singkat Model OSI 

Dahulu pada era 70-an, banyak perusahaan software maupun hardware yang membuat System Network Architektur (SNA), yang antara lain IBM, Digital, Sperry, Burough dsb. 
Tentunya masing - masing perusahaan tersebut membuat aturan - aturan sendiri yang satu sama lain tidak sama, misalkan IBM mengembangkan SNA yang hanya memenuhi kebutuhan komputer - komputer IBM. Dari sini kemudian timbul masalah misalkan jaringan komputer menggunakan SNA produk IBM ingin dihubungkan dengan SNA produk Digital tentunya tidak bisa, hal ini disebabkan protokolnya tidak sama.

OSI (Open System Interconnection) Layer adalah sebuah model referensi dalam bentuk kerangka konseptual yang mendefinisikan standar koneksi untuk sebuah komputer.

Tujuan dibuatnya model referensi OSI 
 adalah agar menjadi rujukan untuk para vendor dan developer sehingga produk atau software yang mereka buat dapat bersifat interporate, yang berarti dapat bekerja sama dengan sistem atau produk lainnya tanpa harus melakukan upaya khusus dari si pengguna 

 Model OSI disusun atas 7 lapisan

Pengorganisasian lapisan Tujuh lapisan yang telah dijelaskan dapat dibagi menjadi
3 sub-kelompok (subgroups). 
 Lapisan 1, 2 dan 3 adalah network support layer (lapisan-lapisan pendukung jaringan).
 Lapisan 5, 6 dan 7 merupakan user support layer (lapisan-lapisan pendukung pengguna). 
 Lapisan 4 adalah transport layer, yang maksudnya adalah lapisan yang menghubungkan 2 subgroup sehingga lapisan user support layer dapat “mengerti” pesan yang dikirim network support layer.

Konsep dan kegunaan layer 
Pembagian fungsi & Mengurangi kompleksitas 
 Manusia dapat mempelajari tentang protokol lebih detail
 Membuat perangkat lebih modular 
 Mengurangi kompleksitas pada pemrograman sehingga memudahkan produksi 

Model OSI 
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. 
Program aplikasi yang sering digunakan: E-mail, WWW (World Wide Web), EDI(Electronic Data Interchange) 

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi. 

Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”. 

Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). Lapisan transport berfungsi untuk mencari jalur (routing) yang kosong untuk transmisi data 

Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket. 

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. 

SubLayer Data Link 
LLC (Logical Link Control) Melakukan pemeriksaan kesalahan & menangani transmisi frame. Frame merupakan paket data dan nomor urut yang digunakan untuk memastikan pengiriman dan sebuah checksum untuk melacak data yang korup. 
MAC (Medium Access Control) Berurusan dengan mengambil dan melepaskan data dari dan ke kabel 
Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.



Pertukaran data menggunakan model OSI (Terlihat Lapisan 7 yang merupakan data asli) 

Hal-hal penting di dalam lapisan fisik ini adalah : 
 Representasi bit-bit. Maksudnya lapisan fisik harus mampu menterjemahkan bit 0 atau 1, juga termasuk pengkodean dan bagaimana mengganti sinyal 0 ke 1 atau sebaliknya. 
 Data rate (laju data). 
 Line configuration (Konfigurasi saluran). Misalnya: point-topoint atau point-to-multipoint configuration. 
 Topologi fisik. Misalnya: mesh topology, star topology, ring topology atau bus topology. 
 Mode transmisi. Misalnya : half-duplex mode, full- duplex (simplex) mode. 
 Data-Link Layer : Komunikasi antara mesin di dalam jaringan yang sama 
 Network Layer : Komunikasi antara mesin di dalam jaringan yang berbeda 
 Transport Layer : Komunikasi antara proses yang berjalan pada mesin yang bisa berada di jaringan yang berbeda B

MAKALAH SISTEM BUS PENGERTIAN, JENIS, FUNGSI, CARA KERJA SISTEM BUS

  MAKALAH SISTEM BUS PENGERTIAN, JENIS, FUNGSI, CARA KERJA SISTEM BUS   KATA PENGANTAR Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....