MAKALAH
SISTEM BUS
PENGERTIAN, JENIS, FUNGSI, CARA KERJA SISTEM BUS
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh...
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami bisa menyusun dan menyajikan Makalah Arsitektur dan Organisasi Komputer ini
yang berisi tentang Sistim Bus, pengertian, jenis,
fungsi, cara kerja sistim bus sebagai salah satu tugas kuliah. Tak lupa penulis
mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dorongan
dan motivasi.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Sistim Bus, pengertian, jenis,
fungsi, cara kerja sistim bus ini masih terdapat banyak kekurangan dan
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta
saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan
dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan
Makalah Sistim Bus, pengertian, jenis, fungsi, cara kerja
sistim bus ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan
sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis.
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh…
Kotabumi,
25 Oktober 2019
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ 2
DAFTAR ISI.......................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 4
A.
Latar Belakang...................................................................................... 4
B.
Rumusan Masalah................................................................................. 4
C.
Tujuan.................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 5
A.
Pengertian Sistem Bus........................................................................... 5
B.
Jenis-jenis Sistem Bus........................................................................... 6
C.
Fungsi Sistem Bus……………………………………………………16
D.
Cara Kerja Sistem Bus…………………………………………….…17
BAB III PENUTUP……………………………………………………………..18
A.
Kesimpulan…………………………………………………………..18
B.
Saran………………………………………………………………….18
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………19
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Arsitektur dan Organisasi Komputer. Tugas ini disusun dengan mempelajari materi
dari beberapa sumber, yaitu tentang Sistem Bus, jenis, fungsi dan cara kerja
sistem bus. Dimana materi ini akan menjadi pembelajaran kepada kita semua.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian Sistem Bus?
2.
Apakah saja jenis-jenis Sistem
Bus?
3.
Apa fungsi dari Sistem Bus?
4.
Bagaimana cara kerja Sistem
Bus?
C. TUJUAN
Adapun tujuan pembuatan
makalah ini sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui pengertian Sistem
Bus
2.
Untuk mengetahui apa saja
jenis-jenis Sistem Bus
3.
Untuk mengetahui fungsi dari
Sistem Bus
4.
Untuk mengetahui bagaimana
cara kerja Sistem Bus
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN SISTEM BUS
Sistem bus dalam
arsitektur komputer merupakan bus yang digunakan oleh sistem
komputer untuk menghubungkan semua komponennya untuk menjalankan tugasnya.
Bus sendiri merupakan jalur yang di gunakan untuk mengalirkan data-data
pada komputer yang dapat digunakan untuk komunikasi dan dapat dibuat antara dua
elemen atau lebih.
Dalam hal ini,
data maupun aplikasi yang ada pada memori dapat di eksekusi oleh CPU dengan
menggunakan sistem bus. Di dalam sebuah komputer tidak hanya memiliki
satu bus saja, hal ini agar komputer dapat berjalan dengan baik. Banyaknya bus
yang terdapat dalam sistem, tergantung dari arsitektur sistem komputer yang
digunakan. Sebagai contoh, sebuah komputer PC dengan prosesor umumnya Intel
Pentium 4 memiliki bus prosesor (Front-Side Bus), bus AGP, bus PCI,) bus USB,
bus ISA (yang digunakan oleh keyboard dan mouse), dan bus-bus lainnya.
Bus disusun secara
hierarkis, karena setiap bus yang memiliki kecepatan rendah akan dihubungkan
dengan bus yang memiliki kecepatan tinggi. Setiap perangkat di dalam sistem
juga dihubungkan ke salah satu bus yang ada. Sebagai contoh, kartu grafis AGP
akan dihubungkan ke bus AGP. Beberapa perangkat lainnya (utamanya chipset atau
kontrolir) akan bertindak sebagai jembatan antara bus-bus yang berbeda. Sebagai
contoh, sebuah kontrolir bus SCSI dapat mengubah sebuah bus menjadi bus
SCSI, baik itu bus PCI atau bus PCI Express.
B.
JENIS SISTEM BUS
Banyak perusahaan yang mengembangakan bus-bus
antarmuka terutama untuk perangkat peripheral. Diantara jenis bus yang beredar
di pasaran saat ini adalah, ISA, PCI, Fire Wire, SCSI, AGP, USB, MCA dan
lain-lain. Semua memiliki keunggulan, kelemahan, harga, dan teknologi yang
berbeda sehingga akan mempengaruhi jenis-jenis penggunaannya:
1.
Bus PCI
PCI
singkatan dari Pheriperal Component Interconnect, merupakan bus motherboard
yang menangani beberapa perangkat keras seperti soundcard, Tv Tuner, modem ,
VGA card seri lama seperti yang digunakan pada Intel Pentium 386 hingga Pentium
II.
Munculnya
PCI dimulai dari Laboratorium pengembangan Intel pada tahun 1990. Slot PCI
menggantikan MCA dan EISA yang pada saat itu hanya itu kepentingan computer
server. Tapi pada saat penggunaan maksimal, PCI lebih lambat dari VESA local
bus (VLB) dan keberadaan PCI tidak begitu diterima oleh pasar sehingga
dihentikan. Dan digantikan oleh AGP. Pada tahun 2004,
Muncul
PCI Express sebagai pengganti Slot AGP yang kecepatannya mencapai delapan puluh
gigabyte per detik. Umumnya Slot PCI dan PCI express berwarna putih dan slot
AGP berwarna coklat.
Cara
kerja PCI adalah Instruksi dari
proses masuk Interkoneksi (FSB/HT/DMI) menuju slot PCI. Dari slot kemudian
masuk ring- bus VGA (jika yang diproses adalah visual atau souncard jika yang
diproses adalah suara). Tekstur yang telah selesai diproses, disimpan dalam
VRAM begitu semua tekstur lengkap dari alamat dikirim per frame atau part atau
bagian . ke prosesor kemudian dibagikan ke koresponden ( Port VGA, audio, atau
modem).
PCI
Express adalah Slot ekspansi module,
yang di desain untuk menggantikan PCI bus yang lama, sekarang sudah banyak
motherboard yang mengadopsi PCI Express karena
PCI Express mempunyai kelebihan memiliki transfer data yang lebih cepat.
Terutama untuk keperluan grafis 3D, Slot ini memiliki kecepatan 1x, 4x, 8x,
32x, tidak seperti PCI bus yang lama dengan sistem komunikasi paralel.
Sistem PCI Express menggunakan sistem serial dan mampu
berkomunikasi 2x dalam satu rute clock.
PCI-X (Peripherals
Component Interconnect Extended). PCI-X
adalah bus komputer dan expansion card yang meningkatkan kinerja Bus
32-bit PCI lokal untuk bandwidth yang lebih tinggi yang diminta oleh server.
PCI-X adalah double-wide version dari PCI, berjalan hingga empat kali kecepatan
clock, tetapi sebaliknya mirip dalam implementasi listrik dan menggunakan
protokol yang sama.
2.
Bus ISA
Bus ISA (Industry Standard Architecture) adalah
sebuah arsitektur bus dengan bus data selebar 8-bit yang
diperkenalkan dalam IBM PC 5150 pada tanggal 12
Agustus 1981.
Bus ISA 8-bit merupakan varian dari bus ISA, dengan
bus data selebar 8-bit, yang digunakan dalam IBM PC 5150 (model PC awal). Kecepatan
bus ini adalah 4.77 MHz sebelum ditingkatkan menjadi 8.33 MHz pada IBM
PC/AT, Karena memiliki bandwidth 8-bit, maka transfer rate maksimum yang
dimilikinya hanyalah 4.77 Mbyte/detik atau 8.33 Mbyte/detik.
Bus ISA 16-bit
adalah sebuah bus ISA yang memiliki bandwidth 16-bit, sehingga mengizinkan
transfer rate dua kali lebih cepat dibandingkan dengan ISA 8-bit pada kecepatan
yang sama. Bus ini diperkenalkan pada tahun 1984, ketika IBM merilis IBM PC/AT
dengan mikroprosesor Intel 80286 di dalamnya.
3.
Bus USB
Bus USB ( Universal Serial Bus ). Bus merupakan jalur penghubung antar alat pada
komputer yang digunakan sebagai media dalam proses melewatkan data pada suatu
proses. Bus ini bisa dianggap sebagai sebuah pipa, dimana pipa atau saluran
tersebut digunakan untuk mengirimkan dan menerima informasi antar alat yang
dihubungkannya. Pada sistem komputer, bus ini termasuk perangkat internal,
kecepatan pengiriman informasi melalui bus ini dilakukan dengan kecepatan
tinggi.
Karakteristik
USB
- Mudah
dihubungkan ke komputer karena tidak perlu membuka penutup komputer.
- Bentuk
konektor USB seragam, hanya ada dua bentuk tipe socket.
- Hot-plugable
– artinya peralatan USB dapat dihubungkan saatkomputer hidup
- Plug
and Play – artinya peralatan USB mudah digunakan, saat dihubungkan ke
komputer, komputer akan mengenali mengambilprogram (driver) yang sesuai
dengan peralatan tersebut.
- Perlatan
yang memerlukan sumber daya kecil, bisa mengambil sumber daya dari port
USB. Sumber daya peralatan dimatikan saattidak digunakan.
- Kecepatan
transfer data tinggi, dapat mencapai 12 Mbps.
- Satu
port USB dapat dihubungkan dengan 127 alat.
4.
Bus EISA
Bus EISA (Extended Indutry Standard
Architecture) pada dasarnya adalah
versi 32-bit dari bus ISA yang biasa. Tidak seperti MCA dari IBM yang
benar-benar baru (arsitektur serta desain slotnya), pengguna masih dapat
menggunakan kartu ISA 8-bit atau 16-bit yang lama kedalam slot EISA, sehingga
hal ini memiliki nilai tambah: Kompatibilitas ke belakang (backward
compatibility).
Seperti halnya bus
MCA, EISA juga mengizinkan konfigurasi kartu EISA secara otomatis dengan
menggunakan perangkat lunak, sehingga bisa dibilang EISA dan MCA adalah pelopor
“plug-and-play”, meski masih primitif. dari bawah ke atas: EISA, ISA dan XT
konektor.
EISA
lebih disukai oleh produsen karena sifat kepemilikan MCA, dan bahkan
menghasilkan beberapa mesin IBM mendukungnya. Ini agak mahal untuk diterapkan
(meskipun tidak sebanyak AMK), sehingga tidak pernah menjadi sangat populer di
PC desktop. Namun, itu cukup berhasil di pasar server, seperti yang lebih cocok
untuk bandwidth-intensif tugas (seperti akses disk dan jaringan). Kartu EISA
paling banyak diproduksi entah SCSI atau kartu jaringan. EISA juga tersedia
pada beberapa mesin non-IBM kompatibel seperti AlphaServer , HP 9000 -D, SGI
Indigo2 dan MIPS Magnum.
Para
EISA komputer yang pertama pergi ke pasar adalah Compaq Deskpro 486 dan
SystemPro . Para SystemPro, menjadi salah satu PC-gaya sistem pertama kali
dirancang sebagai jaringan Server , dibangun dari bawah ke atas untuk mengambil
keuntungan penuh dari bus EISA. Ini termasuk fitur seperti multiprocessing ,
perangkat keras RAID , dan bus-mastering kartu jaringan.
5.
Bus SCSI
Small
Computer System Interface (SCSI) adalah perangkat peripheral eksternal yang
dipopulerkan oleh macintosh pada tahun 1984. SCSI merupakan interface standar
untuk drive CD-ROM, peralatan audio, hard disk, dan perangkat penyimpanan
eksternal berukuan besar. SCSI menggunakan interface paralel dengan 8,16, atau
32 saluran data.
Small
Computer System Interface (SCSI) merupakan set standar untuk menghubungkan
secara fisik dan mentransfer Data antara komputer dan periferal . SCSI
mendefinisikan perintah, protokol (komputer) dan antarmuka listrik dan optika .
SCSI ini paling sering digunakan untuk Cakram Keras, tetapi dapat menghubungkan
berbagai perangkat lain, termasuk pemindai dan drive CD . SCSI mendefinisikan
set perintah secara spesifik untuk jenis periferal, sesuatu yang “tidak
diketahui – unknown¬” sebagai salah satu jenis yang mengartikan bahwa secara
Teori dapat digunakan sebagai antarmuka ke hampir perangkat apapun, namun
standar ini sangat pragmatis dan ditujukan terhadap persyaratan komersial. Setiap
perangkat melekat pada bus komputer SCSI dengan cara yang sama, terhitung
sampai dengan 8 atau 16 perangkat yang dapat menempel pada bus komputer
tunggal. SCSI menggunakan [sinyal|sinyal elektrik] berjabat tangan antar
perangkat, SCSI-1, SCSI-2 memiliki pilihan untuk memeriksa kesalahan paritas.
protokol (komputer) SCSI mendefinisikan komunikasi dari Nama host-ke- Nama
host, Nama host-ke-periferal, periferal -ke-periferal. Namun sebagian besar
periferal yang secara khusus merupakan target SCSI, tidak mampu bertindak
sebagai insiator SCSI – tidak dapat melakukan transaksi SCSI sendiri. Oleh
karena itu, komunikasi periferal -to-periferal jarang terjadi, tapi mungkin
juga terjadi pada aplikasi SCSI umum. The Symbios Logic chip 53C810 adalah
contoh dari antarmuka PCI Nama host yang dapat bertindak sebagai target SCSI.
Interface
SCSI tersedia dalam berbagai antarmuka. Yang pertama,
masih sangat umum, adalah SCSI paralel (sekarang juga disebut SPI), yang
menggunakan desain [[bus paralel listrik. Pada tahun 2008, SPI digantikan oleh
Serial Attached SCSI (SAS), yang menggunakan desain serial tapi tetap
mempertahankan aspek-aspek lain dari teknologi. Banyak antarmuka yang tidak
bergantung pada standar SCSI lengkap masih melaksanakan perintah protokol
(komputer) SCSI. Dengan munculnya SAS dan Serial ATA, SCSI di penyisihan papan
induk sedang dihentikan.Beberapa perusahaan masih pasar SCSI antarmuka untuk
papan induk mendukung PCIe dan PCI-X.
Perintah
Protokol Komputer SCSI
Dalam terminologi SCSI, komunikasi terjadi antara
inisiator dan target. Inisiator mengirim perintah untuk target yang kemudian
merespon. Perintah SCSI dikirim dalam Command Descriptor Block (CDB). The CDB
terdiri dari kode satu operasi byte diikuti oleh lima atau lebih byte yang
berisi parameter perintah-spesifik. Ada empat kategori dari perintah SCSI: N
(non-data), W (data tertulis dari inisiator ke target), R (membaca data), dan B
(bidirectional). Selain itu, ada juga sekitar 60 perbedaan dari perintah SCSI
secara total (dari yang paling umum)
1. Test unit ready : permintaan perangkat untuk melihat
jika sudah siap untuk transfer data
2. Inquiry : Pengembalian perangkat informasi dasar,juga
digunakan untuk “Ping” perangkat karena tidak memodifikasi data.
3. Request sense: Pengembalian setiap kode yang salah
dari perintah sebelumnya yang mengembalikan status kesalahan.
4. Send diagnostic and Receive diagnostic results:
menjalankan tes sederhana atau tes khusus yang didefinisikan pada halaman
diagnostik
5. Start/Stop unit: Memutar spin ke atas dan ke bawah,
membuat atau membongkar media
6. Read capacity: Mengembalikan kapasitas penyimpanan
7. Format unit: mengatur semua sektor dari awal
8. SCSI Read format capacities: Mengambil data kapasitas
perangkat
9. Read (empat varian): Membaca data dari perangkat
10. Write (empat varian): Menulis data ke perangkat
11. Log sense: Menghasilkan informasi terkini dari halaman
log.
12. Mode sense: Mengembalikan parameter perangkat terkini
dari halaman mode
13. Mode select: Mengatur perangkat di halaman mode
6.
Bus P1394 / Fire Wire
Merupakan
sebuah standar/spesifikasi bus input/output serial yang berkecepatan tinggi dan
bersifat umum (non-proprietary) yang dapat digunakan untuk menghubungkan
perangkat-perangkat digital seperti halnya komputer pribadi dan perangkat
lainnya (kamera digital, jaringan, dan lain-lain). Spesifikasi ini dikembangkan
dan diusulkan oleh Apple Computer untuk menghubungkan perangkat-perangkat
digital ke komputer pribadi pada kecepatan hingga 393 megabit per detik
(dibulatkan menjadi 400 megabit per detik).
Semakin
pesatnya kebutuhan bus I/O berkecepatan tinggi dan semakin cepatnya prosesor
saat ini yang mencapai 1 GHz, maka perlu diimbangi dengan bus berkecepatan
tinggi juga. Bus SCSI dan PCI tidak dapat mencukupi kebutuhan saat ini.
Sehingga dikembangkan bus performance tinggi yang dikenal dengan FireWire
(P1393 standard IEEE). P1394 memiliki kelebihan dibandingkan dengan interface
I/O lainnya, yaitu sangat cepat, murah, dan mudah untuk diimplementasikan. Pada
kenyataan P1394 tidak hanya popular pada system computer, namun juga pada
peralatan elektronik seperti pada kamera digital, VCR, dan televise. Kelebihan
lain adalah penggunaan transmisi serial sehingga tidak memerlukan banyak kabel.
IEEE-1394
bersifat independen terhadap platform (dapat berjalan di banyak platform
komputer, mulai dari x86, IBM PowerPC, DEC Alpha, dan lainnya), dapat
diperluas, dan fleksibel karena dapat disusun secara daisy-chain dan
peer-to-peer. Integritas standar IEEE-1394 pun tinggi, karena memang dalam
standar tersebut tidak ada proses konversi sinyal digital menjadi sinyal analog
sebelum ditransmisikan.
IEEE-1394
dapat mendukung fitur hot-swapping terhadap perangkat (dengan kata lain,
IEEE-1394 mengizinkan sebuah perangkat dipasang atau dilepaskan di saat
komputer menyala tanpa harus mematikan komputer). Jika disusun secara
daisy-chain, sebuah bus IEEE-1394 dapat mendukung hingga 63 perangkat. Selain
itu, jika dibutuhkan, bus-bus IEEE-1394 tersebut dapat digabungkan menjadi satu
buah interkoneksi (hingga 1023 bus) untuk mendukung lebih banyak perangkat
lagi. Lagi, IEEE-1394 juga mendukung transmisi aliran data serta video secara
asynchronous dan isochronous.
Pesaing
utama dari bus ini adalah bus Universal Serial Bus (USB), yang banyak digunakan
di dalam komputer pribadi berbasis Intel x86 atau kompatibelnya. Meskipun
demikian, USB pada awalnya kurang begitu diminati untuk membuat perangkat
berkecepatan tinggi, mengingat kecepatannya yang hanya sebatas 12 megabit per
detik, sehingga IEEE-1394 pun menjadi pilihan untuk itu. Saat USB 2.0 dirilis,
yang menawarkan kecepatan hingga 480 megabit per detik, USB pun mulai banyak
digunakan di dalam industri perangkat berkecepatan tinggi, selain tentunya
IEEE-1394 yang telah terlebih dahulu menjadi pilihan.
Contoh
implementasi IEEE-1394 yang
populer digunakan adalah FireWire oleh Apple Computer dan iLink oleh Sony.
7.
Bus AGP
Porta grafik terakselerasi atau Bus AGP
(singkatan dari Accelerated Graphics Port) adalah sebuah bus yang
dikhususkan sebagai bus pendukung kartu grafis berkinerja tinggi, menggantikan
bus ISA, bus VESA atau bus PCI yang sebelumnya digunakan.
Spesifikasi AGP
pertama kali (1.0) dibuat oleh Intel dalam seri chipset Intel 440 pada Juli
tahun 1996. Sebenarnya AGP dibuat berdasarkan bus PCI, tapi memiliki beberapa
kemampuan yang lebih baik. Selain itu, secara fisik, logis dan secara
elektronik, AGP bersifat independen dari PCI. Tidak seperti bus PCI yang dalam
sebuah sistem bisa terdapat beberapa slot, dalam sebuah sistem, hanya boleh
terdapat satu buah slot AGP saja.
Spesifikasi
AGP 1.0 bekerja dengan kecepatan 66 MHz (AGP 1x) atau 133 MHz (AGP 2x), 32-bit,
dan menggunakan pensinyalan 3.3 Volt. AGP versi 2.0 dirilis pada Mei 1998
menambahkan kecepatan hingga 266 MHz (AGP 4x), serta tegangan yang lebih
rendah, 1.5 Volt. Versi terakhir dari AGP adalah AGP 3.0 yang umumnya disebut
sebagai AGP 8x yang dirilis pada November 2000. Spesifikasi ini mendefinisikan
kecepatan hingga 533 MHz sehingga mengizinkan throughput teoritis hingga 2133
Megabyte/detik (dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan AGP 4x). Meskipun
demikian, pada kenyataannya kinerja yang ditunjukkan oleh AGP 8x tidak benar-benar
dua kali lebih tinggi dibandingkan AGP 4x, karena beberapa alasan teknis.
Ada
lagi spesifikasi AGP yang dinamakan dengan AGP Pro. Versi 1.0 dari AGP Pro
diperkenalkan pada bulan Agustus 1998 lalu direvisi dengan versi 1.1a pada
bulan April 1999. AGP Pro memiliki slot yang lebih panjang dibandingkan dengan
slot AGP biasa, dengan tambahan pada daya yang dapat didukungnya, yakni hingga
110 Watt, lebih besar 25 Watt dari AGP biasa yang hanya 85 Watt. Jika dilihat
dari daya yang dapat disuplainya, terlihat dengan jelas bahwa AGP Pro dapat
digunakan untuk mendukung kartu grafis berkinerja tinggi yang ditujukan untuk
workstation graphics, semacam ATi FireGL atau NVIDIA Quadro. Meskipun demikian,
AGP Pro tidaklah kompatibel dengan AGP biasa: kartu grafis AGP 4x biasa memang
dapat dimasukkan ke dalam slot AGP Pro, tapi tidak sebaliknya. Selain itu,
karena slot AGP Pro lebih panjang, kartu grafis AGP 1x atau AGP 2x dapat tidak
benar-benar masuk ke dalam slot sehingga dapat merusaknya. Untuk menghindari kerusakan
akibat hal ini, banyak vendor motherboard menambahkan retensi pada bagian akhir
slot tersebut: Jika hendak menggunakan kartu grafis AGP Pro lepas retensi
tersebut.
Selain
faktor kinerja video yang lebih baik, alasan mengapa Intel mendesain AGP adalah
untuk mengizinkan kartu grafis dapat mengakses memori fisik secara langsung,
yang dapat meningkatkan kinerja secara signifikan, dengan biaya integrasi yang
relatif lebih rendah. AGP mengizinkan penggunaan kartu grafis yang langsung
mengakses RAM sistem, sehingga kartu grafis on-board dapat langsung menggunakan
memori fisik, tanpa harus menambah chip memori lagi, meski harus dibarengi
dengan berkurangnya memori untuk sistem operasi.
Mulai
tahun 2006, AGP telah mulai digeser oleh kartu grafis berbasis PCI Express x16,
yang dapat mentransfer data hingga 4000 Mbyte/detik, yang hampir dua kali lebih
cepat dibandingkan dengan AGP 8x, dengan kebutuhan daya yang lebih sedikit
(voltase hanya 800 mV saja.)
8.
Bus MCA
Bus MCA (Micro Channel Architecture) adalah sebuah bus I/O ber-bandwidth 32-bit yang
digunakan dalam beberapa komputer mikro. Bus ini dibuat oleh IBM yang ditujukan
untuk menggantikan bus ISA 8-bit/16-bit yang lambat, selain tentunya untuk
menghadapi masalah bottleneck yang terjadi akibat kecepatan prosesor yang
semakin tinggi tapi tidak diimbangi dengan kecepatan bus I/O. Komputer yang
menggunakan bus ini pun hanya sedikit, mengingat memang IBM mewajibkan para
vendor untuk membayar royalti kepada iBM untuk mendapatkan lisensi bus MCA.
Karena hal ini banyak vendor yang kurang setuju dengan IBM membuat “partai
oposisi”, dengan membuat bus EISA.
Kebutuhan terhadap
sebuah bus I/O yang lebih cepat datang akibat bus ISA mengalami bottleneck.
Prosesor Intel 80386DX merupakan prosesor 32-bit yang dapat mentransfer data
hingga 32 bit dalam satu waktunya, tapi ISA hanya dapat mentransfer 16 bit
saja. Daripada menambahkan pin lagi terhadap bus ISA, IBM memutuskan untuk
membuat sebuah bus baru, yang kemudian menjadi bus MCA. Berbeda dengan EISA
yang mendukung konsep backward compatibility, bus ini adalah benar-benar baru,
yang sama sekali tidak kompatibel dengan ISA 8-bit/16-bit.
Sistem
MCA juga menawarkan perubahan lainnya: pengguna dapat menancapkan kartu MCA ke
dalam slotnya tanpa harus mengubah-ubah setting jumper untuk menentukan sumber
daya yang hendak digunakan (IRQ Channel, DMA Channel, atau memory base
address). Fitur ini mirip dengan apa yang kita kenal sekarang sebagai fitur
plug-and-play, meski masih terkesan primitif. Karenanya, kartu MCA tidak
memiliki jumper atau DIP Switch untuk mengatur sumber daya, tapi menawarkan
perangkat lunak yang dapat mengaturnya. Umumnya, MCA memiliki dua jenis disket
untuk konfigurasi perangkat keras: Option Disk dan Reference Disk. Reference
Disk merupakan disket yang datang sistem komputer yang mengintegrasikan bus
MCA, sementara Option Disk datang dengan kartu MCA yang bersangkutan. Setelah
kartu dipasang, pengguna tinggal menginstalasikan berkas-berkas dari Option
disk ke dalam Reference Disk, setelah itu kartu pun akan berjalan. Reference
Disk mengandung beberapa program dan BIOS yang dibutuhkan untuk mengatur sistem
MCA, dan sistem tidak dapat dikonfigurasikan tanpanya.
C. FUNGSI SISTEM BUS
·
Data Bus :
- Berfungsi untuk mentransfer data, membawa data dari
dan ke perangkat atau periferal
- Terdiri atas beberapa jalur penghantar, 8, 16, 32
bahkan 64 bahkan lebih jalur paralel
- Data ditransmisikan dalam dua arah, yaitu dari CPU
atau mikroprosesor ke unit memori atau modul I/O dan sebaliknya.
- Semakin lebar bus maka semakin besar data yang dapat
ditransfer sekali waktu.
·
Control Bus:
- Berfungsi untuk mensinkronkan proses
penerimaan dan pengiriman data.
- Untuk mengatur memori atau port agar siap
ditulis atau dibaca.
- Sinyal Kontrol: RD, WR, IO/M
- Sinyal Read dan write : untuk mengakses data ke dan
dari perangkat
·
Address Bus:
- membawa informasi untuk mengetahui lokasi suatu perangkat
atau periferal
- Untuk memilih lokasi memori atau port yang akan
ditulis atau dibaca
- Untuk menentukan rute data, bersumber dari mana,
tujuannya ke mana.
- Bersifat searah, cpu memberikan alamat yang
bertujuan untuk menentukan periferal mana yang dituju. Contoh memori mana yang
dituju atau I/O mana yang dituju.
- Semakin besar bus alamat, akan semakin banyak range
lokasi yang dapat dialamati.
- Jumlah alamat yang dapat dituju pada Bus alamat
adalah sebanyak 2n. n jumlah jalur Bus alamat.
D.
CARA KERJA SISTEM BUS
·
Pada sistem komputer
yang lebih maju, arsitektur komputernya akan lebih kompleks, sehingga
untuk meningkatkan performa, digunakan beberapa buah bus.
·
Tiap bus merupakan
jalur data antara beberapa device yang berbeda. Dengan cara ini RAM, Prosesor,
GPU (VGA AGP) dihubungkan oleh bus utama berkecepatan tinggi yang lebih dikenal
dengan nama FSB (Front Side Bus)
·
Sementara perangkat
lain yang lebih lambat dihubungkan oleh bus yang berkecepatan lebih rendah yang
terhubung dengan bus lain yang lebih cepat sampai ke bus utama. Untuk
komunikasi antar bus ini digunakan sebuah bridge.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Jadi, Sistem bus dalam arsitektur komputer merupakan bus
yang digunakan oleh sistem komputer untuk menghubungkan semua komponennya
untuk menjalankan tugasnya. Bus sendiri merupakan jalur yang di gunakan
untuk mengalirkan data-data pada komputer yang dapat digunakan untuk komunikasi
dan dapat dibuat antara dua elemen atau lebih.
Adapun jenis-jenis Sistem Bus yaitu: ISA, PCI, Fire Wire, SCSI, AGP, USB, MCA dan
lain-lain.
Fungsi
Sistem Bus terdiri dari: Data Bus, Control Bus, dan Address Bus.
Cara
kerja Sistem Bus Tiap bus merupakan jalur data antara beberapa device yang
berbeda. Dengan cara ini RAM, Prosesor, GPU (VGA AGP) dihubungkan oleh bus
utama berkecepatan tinggi yang lebih dikenal dengan nama FSB (Front Side Bus) .
B. SARAN
Penulis menyadari bahwa makalah diatas banyak sekali
kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut
dengan berpedoman pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka
dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran mengenai pembahasan makalah dalam
kesimpulan di atas.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Bus_sistem
https://wahyuirgan12.wordpress.com/2016/01/25/pengertian-sistem-bus-dan-jenis-jenis-bus/
http://hilmannurfauzi.blogspot.com/2015/10/pengertian-jenis-dan-fungsi-bus.html
https://faiqsc.wordpress.com/2016/01/22/pengertian-dan-cara-kerja-sistem-bus/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar